Metode Instalasi Sistem Operasi

ngampus.id – Tidak banyak orang yang tehu mengenai metode instalasi pada sistem operasi, padahal dengan mengetahui metode ini seorang tidak akan keliru dalam melakukan penginstalan.

Pada umumnya sistem operasi yang diinstal di komputer biasa ataupun server tidaklah jauh berbeda, yang membedakan barangkali hanya kegunaan dan sistem operasi yang digunakan.

Instalasi dari sebuah sistem operasi tentunya harus menyesuaikan dengan perangkat yang digunakan, bukan tidak mungkin beda perangkat beda perlakuannya.

4 Metode Instalasi Pada Sistem Operasi

Metode Instalasi Pada Sistem Operasi
winpoin.com

1. Fresh Install

Metode ini paling banyak dan umum digunakan untuk mengganti atau instalasi ulang sistem operasi.

Untuk menerapkan metode ini kamu perlu mengosongkan salah satu partisi hardisk, selanjutnya partisi yang telah dikosongkan diisi dengan sistem operasi.

Metode ini juga dapat dijadikan solusi ketika komputer atau laptop kamu mengalami masalah, misal terkena virus.

Secara sederhana tahapan istalasi OS pada metode ini sebagai berikut.

  • Siapkan OS yang ingin diinstal, baik dalam bentuk CD ataupun bootable flasdisk.
  • Mengosongkan salah satu partisi yang ada.

2. Upgrade

Metode instalasi upgrade dapat menjadi pilihan ketika kamu ingin mengganti OS ke versi yang lebih tinggi dari sebelumnya dalam satu platform sistem operasi yang sama.

Sebagai contoh kamu ingin mengganti sistem operasi windows 8 menjadi windows 10, atau ubuntu 14.0 menjadi ubuntu 16.0.

Metode ini tidak dapat digunakan multiplatform, artinya hanya berlaku untuk sistem operasi yang sama saja, namun beda versi.

Keuntungan yang didapatkan apabila melakukan instalasi dengan metode ini, data dan configurasi akan aman. Sehingga kita tidak perlu repot untuk melakukan isntalasi program dan konfigurasi sistem.

Hal ini tentu saja berbeda jika yang dilakukan metode instalasi fresh instal, sebab kita harus melakukan konfigurasi sistem dan instalasi program.

3. Multi Boot

Multi boot menjadi solusi bagi kamu yang ingin menggunakan sistem operasi lebih dari satu secara bersamaan dalam satu komputer atau laptop.

Untuk menerapkan metode ini kamu memerlukan 2 partisi untuk menyimpan sistem operasi. Meskipun terdapat 2 sistem operasi atau lebih, dijalankannya tetap secara bergantian, artinya tidak dapat berjalan bersama.

Bagaimana cara menjalankan sistem operasi yang multi boot?

Ketika komputer pertama kali dinyalakan, maka akan dihadapkan pada menu pilihan sistem operasi, sehingga kamu dengan mudah memilihnya.

4. Virtualisasi

Metode instalasi sistem operasi dengan menggunakan virtualisasi pada umumnya digunakan untuk kebutuhan latihan saja, misal belajar konfigurasi ubuntu, belajar penetrasi testing dengan kali linux dsb.

Saat duduk dibangku kuliah, saya terbilang begitu sering menggunakan metode ini dalam instalasi sistem operasi.

Insatalasi sisitem operasi dengan cara virtualisasi memanfaatkan aplikasi pihak ke-tiga, yang paling umum digunakan virtualbox dan vmware.

Jadi sebelum kita melakukan instalasi sistem operasi, terlebih dahulu melakukan instalasi virtualbox atau vmware. Lalu kita instal sistem operasi di virtualbox dan vmware.

Interface Instalasi Sistem Operasi

tampilan antar muka
information-age.com

Dalam proses instalasi sistem operasi kita mengenal dua interface, yaitu GUI dan CLI. Ke-2 interface inilah yang menghubungkan user dengan perangkat komputer.

Kira kita mudah yang mana ya?

Berbicara soal kemudahan, tentu tergantung kebiasaan, meskipun sebagian besar masyarakat kita lebih senang dengan interface GUI.

1. CLI (Command Line Interface)

Dari namanya kita sudah dapat menebak, proses instalasi sistem operasi dengan menggunakan CLI dilakukan dengan perintah tulisan saja.

Awal perkembangan komputer memang menggunakan tampilan CLI, jadi hanya berupa tampilan jendela layar hitam dengan tulisan.

Ketika kita ingin menjalankan suatu perintah, maka kita harus menuliskan perintah di prompt.

Hingga saat ini terdapat beberapa sistem operasi yang menggunakan CLI dalam proses instalasi, seperti MS-DOS.

MS-DOS ini memiliki beberapa fungsi utama yang terbilang sedikit.

  1. Manajemen memori
  2. Manajemen file
  3. Manajemen direktori
  4. Mengelola kegiatan komputer

Fitur yang dapat dijalankan untuk menggunakan fungsi di atas antara lain.

  • Scandisk
  • Double space
  • Disk copy
  • Dll

2. GUI (Graphical User Interface)

GUI merupakan interface yang lajim kita temui saat ini, dimana ciri utamanya dengan menggunakan tampilan grafis untuk melakukan interaksi antara pengguna dengan perangkat komputer.

Jika dibandingkan dengan CLI, tentu saja lebih mudah dioperasikan, meski orang awam sekalipun.

Perbedaan antara GUI dan CLI begitu signifikan, dimana GUI menampilkan berupa gambar, sehingga user tinggal melakukan klik saja. Sedangkan untuk CLI user dituntut untuk mengetahui penulisan perintah.

Penutup dan Kesimpulan

Dari tulisan di atas kita dapat simpulkan bahwa setidaknya terdapat 4 metode instalasi sistem operasi.

Semuanya memiliki keunggulan dan keugunaan sendiri, sehingga digunakan sesuai dengan keperluan dan kebutuhan.

Akan tetapi pada umumnya proses intalasi dilakukan dengan cara fresh atau disebut juga clean. Dimana sistem operasi terdahulu dibersihkan.


Demikian cara atau metode instalasi OS, semoga bermanfaat.

Default image
Ahmad Hasanudin
Anak kampung yang senang dengan dunia IT dan SEO (Search Engine Optimize). Disamping mengelola ngampus.id, saya juga adalah seorang petani.
Leave a Reply

Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia